Nahnu Anshorulloh

Top Ads

iklan banner
[recent]

Minggu, 19 November 2017

Info Diklatsar Kedungbanteng Tahun 2017



IKUTILAH
DIKLATSAR BANSER
ANGKATAN KE I
PAC GP ANSOR KECAMATAN KEDUNGBANTENG
“Mencetak Kader Banser yang Militan, Berkualitas dan Profesional dalam Merawat Tradisi, Mengawal Transformasi serta Menjaga NKRI yang Berlandaskan Ahlussunah Wal-Jama’ah An-Nahdliyah”
WAKTU PELAKSANAAN
HARI : SABTU - SENIN,
TANGGAL : 23-25 DES 2017
TEMPAT : LAPANGAN DESA KALISALAK
KEC. KEDUNGBANTENG
Persyaratan :
1. Sehat Jasmani dan Rohani
2. Usia Minimal 17 Tahun
3. FC KTP / Kartu Pelajar 1 Lembar
4. Mengisi Formulir Pendaftaran
5. Mengisi Surat Pernyataan dari Orangtua / Wali / Suami
6. Pas Photo Ukuran (4x6) 2 Lembar
7. Membayar Biaya Administrasi
a. Rp 100.000,- Peserta dari Kecamatan Kedungbanteng
b. Rp 150.000,- Peserta dari luar Kecamatan Kedungbanteng
8. Surat Rekomendasi dari PAC atau Satkoryon
9. Mengikuti Kegiatan dari awal sampai akhir
Perlengkapan
1. Membawa Sepatu olahraga & celana training
2. Alat Sholat
3. Perlengkapan Mandi
4. Kaos Ganti
KONTAK PERSON
KETUA PANITIA : IBNU RUSLI (085647679800)
KASATKORYON : NUR MAJID (083126966049)
KETUA PAC GP ANSOR : M. AMIN ULINNUHA (085291244844)

Diklatsar Banser Kedungbanteng

Selasa, 23 Mei 2017

7 Nasehat Syekh Fathi Abdurrahman saat di Leler


 
Nasihat-nasihat Syeikh Fathi Abdurrahman Al-Hijazi di PP. At-Taujieh Al-Islamiy Leler Randegan 16 Mei 2017

Sebagian poin penting nasihat Syeikh Fathi Abdurrahman Al-Hijazi Al-Masry yang bisa saya ingat (tanpa saya tulis karena tidak membawa alat tulis saat pengajian):

1. Ilmu-ilmu alat (nahwu, sha raf, ushul fiqh, dll) adalah kunci untuk membuka (makna-makna) Al-Qur'an dan Sunnah.

2. Rasulullah meninggalkan dua warisan Al-Qur'an dan Sunnah, namun Al-Qur'an menjelaskan bahwa pewaris para Nabi maka artinya Al-Qur'an dan Sunnah itu ada pada ulama, maka sepatutnya kita mengambil keduanya dari ulama.

3. Janji Allah kepada para walinya itu nyata. Maka barangsiapa yang memusuhi wali-wali Allah maka Allah sendiri yang menghadapi musuh-musuh para wali Allah itu.

4. Jika seorang murid ingin mendapatkan sebenar-benarnya ilmu maka murid itu harus berpegang teguh kepada Allah, maka Allah sendiri yang akan menurunkan ilmu itu melalui banyak jalan (tidak tertutup kemungkinan melalui jalan laduni)

5. Salah satu cara agar seorang murid mudah mendapatkan ilmu dari gurunya maka dia harus memperbaiki hubungannya dengan Allah, karena dengan menjaga hubungan baik dengan Allah maka Allah akan menjaga hubungan baik dengan orang-orang disekitarnya. Maka dengan ini jalan ilmu akan terbuka lebar.

6. Kiat menjadi guru sukses adalah dengan selalu menjaga ketakwaan, menjauhi maksiat, dan ikhlas mengajarkan ilmu karena Allah bukan karena upah/gaji. Karena sebagaimana kalam para ahli hikmah, ucapan yang bersumber dari hati nurani (ikhlas) maka akan masuk ke dalam hati pendengarnya. Namun jika seorang guru mengajar hanya karena mencari upah maka apa yang dia ajarkan hanya sampai ke telinga muridnya saja.

7. Ilmu adalah cahaya. Cahaya ilmu itu adalah Nur (cahaya) Allah. Maka cahaya itu tidak akan masuk ke dalam jiwa orang-orang yang bermaksiat.
Terakhir Syeikh Fathi memberikan ijazah matan Burdah Syeikh Al-Bushiri kepada para hadirin.

Hanya ini yang terekam di memori saya yang lemah ini. Semoga bermanfaat.

Ihsan Mabrur
===========

📷 @BanserBanyumas

#kiyaiku #pesantren #nahdlatululama #alanu #ayomondok #ulama #Ansor #ansorBanyumas #Banser #BanserBanyumas

Jumat, 12 Mei 2017

Ansor - Banser Pekuncen Adakan Bedah Rumah

Gerakan pemuda Ansor Banyumas pada hari Kamis 11 Mei 2017 mengadakan Bedah Rumah di Desa Krajan grumbul Gunung Anyar.
Rumah si mbok Kar RT 03 RW 06, dengan kondisi rumah yg sudah memprihatinkan dan sangat membutuhkan.

Si mbok ini hidupnya sebatang kara, tapi Walupun rumahnya dihimpit oleh masjid dan warga minhum, namun si mbok ini tetep menjadi NU yg sejati.
Itulah yang membuat GP ANSOR ranting Krajan simpatik.

@Ansor_Satu @ansornews
#Ansor #ansorBanyumas #Banser #BanserBanyumas #nahdlatululama #BanserNU #alanu #ansorPekuncen #AnsorKrajan

Inilah Kehebatan Al Quran

Ada pertanyaan wajib KH Toha Alawiy Al Hafidz, kepada santrinya yang sowan, terutama mereka yang hafal Al Quran (hafidz/hafidzoh). Kyai Toha merupakan pengasuh Ponpes At Thohiriyyah, Parakan Onje, Karangsalam, Purwokerto. Beberapa santri ada yang mengambil takhasus (spesialisasi) menghafal Al Quran.

“Yang saya sering tanyakan, bagaimana hafalannya? Rajin semaan atau tidak? Kalau uang saya tidak tanya. Karena, kalau tadarrus Al Quran istiqomah dan hafalan terjaga dan lancar, insyaallah rejeki dan uangnya juga terjaga dan lancar,” kata kyai yang karib disapa Abuya tersebut.

Pernah suatu ketika, ada tamu dan mengisahkan pengalamannya mendapat ‘berkah’ (kebaikan) dari Al Quran. Si tamu, kata Abuya melamar pekerjaan kesana-kemari, sampai kemudian melamar di sebuah BUMN. Saat uji wawancara, salah satunya pakai bahasa Inggris. Beruntung, karena dia sarjana jadi bisa melewatinya.

“Anehnya, setelah penguji tau si pelamar ada ijazah pondok kemudian dites baca Al Quran. Tahu bacaannya bagus, baik, sesuai kaidah tajwid, langsung diterima. Dan sekarang yang bersangkutan sudah jadi manajer,” kata Abuya kepada Purwokertokita.com.

Kisah di atas, katanya, hanya satu dari puluhan bahkan ratusan kisah yang kerap dia dengar. Bahkan, tidak jarang Abuya yang pernah tinggal di Arab Saudi tersebut mengalaminya sendiri. “Selalu saya bilang, Al Quran itu harus mendarah daging. Harus istiqomah dan Lillahi ta’ala, hanya mengharap ridlo Allah semata,” pesannya.

Berkah (fadhilah) Al Quran, kata Abuya adalah nyata. Mereka yang mencintai Al Quran pasti Allah tahu dan akan melimpahkan banyak keberkahan. Termasuk, sering termaktub dalam doa khotmil Quran;

“Allohumaj’alil qur’ana lana fiddunya qorina. Wafil qobri muunisa. Wafil qiyamati syafi’aa. Wa’alas siroti nuuro. Wailal jannati rofiqo. Waminannari sitraan wahijaabaan. Ya Allah, jadikanlah quran ketika di dunia sebagai teman sejati, di alam kubur sebagai teman yang menghibur, di hari kiamat menjadi penolong, di shiratal mustaqin sebagai cahaya, di surga menjadi kawan dan menjadi penghalangku atas neraka,” Abuya menukil potongan doa khotmil Quran.

Seperti kita tau, Al Quran bagi kaum muslim adalah sumber dari segala hukum dan pedoman hidup utama. Tetapi, begitu banyak muslim yang tidak tahu, tidak bisa baca Al Quran apalagi sampai mendalami makna dan mengamalkannya. Padahal, membaca saja sudah penuh dengan banyak keutamaan dan kemuliaan. Lalu, cobalah bertanya pada diri sendiri, kapan terakhir memegang Al Quran dan membacanya? Untuk yang belum tahu dan bisa, sudahkah kita berusaha dan belajar membaca Al Quran? Wallohu a’lam bis showab.

Foto : Pengasuh Ponpes Ath Thohiriyyah, Abuya Toha Alawiy Al Hafidz saat menerima tamu di kediamannya, Parakan Onje, Karangsalam, Purwokerto, Jumat (25/3).

(Djito el Fateh/Purwokertokita.com

Kamis, 11 Mei 2017

Jadwal Kemah Bakti Banser di Kotayasa


"Dukung Pemerintah dalam pembubaran HTI" 

*A. KEMAH BAKTI BANSER, SABTU 13 MEI 2017* :
*ACARA*:
1. 08.30 - 09.30 Registrasi
2. 10.00 - 10.30 Upacara Pembukaan
3. 10.30 - 17.30 Bakti Sosial a. Rehab 2 Masjid b. Bedah 2 Rumah c. Bersih lingkungan
4. 17.30 - 20.00 ISHOMA
5. 20.00 - 21.00 Istighosah dan Do'a untuk NKRI Banser bersama warga.
6. 21.00 - 23.00 Panggung Seni Banser Satkoryon. Setiap satkoryon harap menampilkan kreasinya (puisi, drama, stand com, tari atau sulap/ lain). 7. 23.00 - 00.30 : Gendu hendu Rasa Kebanseran.
8. 04.30 - 05.30 SUBUH
9. 05.00 - 07.00 Caraka pagi Putar desa Kotayasa - Limpakuwus.

*B. APEL KESETIAAN* *WARGA NU ZONA V*
1 08.00 - 09.00 : Persiapan Penjemputan/ Penataan peserta Apel.

2. 09.00 - 10.00 Upacara/ Apel Kesetiaan NKRI. komandan : Trisno satkor Kebanggan Inspektur. : Ketua Zona Orasi Kebangsan : A. Ketua PCNU Bms B. Kapolres Bms C. Dandim Bms D. Danrem W.kusuma. E. Pernyaataan sikap Warga NU dan Banser. F. Penandatanganan Pernyataan Sikap. G. Doa untuk NKRI

3. 10.00 - 12.00 Atraksi Akrobatik dan pembagian Bingkisan/santunan kpd Warga kurang mampu. (200 bingkisan). 4. 12.00 - : do'a penutup

BANSER MASIH BERLANJUT HINGGA JAM 16.30.
ACARA SEWAKTU WAKTU BISA BERUBAH.

*Catatan*: diharapkan banser yg punya cethok agar dibawa.
Material telah disediakan oleh Banser zona v :
70 sak Semen
4 dump truck pasir
12 pil cat tembok @ 25 kg
8 kg cat kayu,
8 box eternit, kayu, paku dll.

*Maaf tidak menerima sumbangan politik.* *Yang dapat kami terima sumbangan ikhlas dari NU oleh NU dan untuk NU.* @rasyid_wisnuaji
#nahdlatululama #nuonline #islam #islamNUsantara #ansor #banser #ipnu #ippnu #fatayatNU #muslimatNU #alanu
heropaganJangan hanya HTI juga dong. FPI juga..@banserbanyumas
dhanydhan25Ya udah banser juga bubarin oke
jellybonekasurabayaSaya kafir tapi saya bangga thd kiprah NU di NKRI TERCINTA INI.....

206 Peserta Ikuti Diklatsar Banser Dan Fatser


Peserta Diklatsar Banser - Fatser Tipar Rawalo
BanserBanyumas.com - Banyumas,  Sebanyak 206 peserta mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser Fatayat Serba Guna (Fatser) di MI Maarif NU 1 Tipar dan aula Balai Desa Tipar, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jumat – Ahad (7-9/4).

Pembina PAC GP Ansor Rawalo, Habib Mahfud, mengatakan, pengkaderan Banser Fatser di desa Tipar sedikit berbeda dengan Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) lain.  Penanaman ideologi aswaja an nahdliyah menghadirkan Instruktur dari wilayah dan nasional.

“Tujuan kegiatan ini secara prinsip, menanamkan paham aswaja an nahdliyah, patriotisme terhadap NKRI. Orang ber-NU itu adalah berislam Ahlusunnah wal Jama’ah dan juga bernegara kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, kewajiban pengurus Ansor untuk melakukan pengkaderan, karena sesungguhnya Ansor ini adalah organisasi kader, sehingga yang masuk di Ansor harus di kader untuk menjadi kader muda NU.

“Karena Ansor adalah organisasi pengkaderan, maka kegiatan Diklatsar adalah suatu kewajiban. Ini juga untuk semakin meningkatkan kapasitas anggota dalam rangka mencegah gerakan-gerakan radikal. Ini harus dimiliki oleh setiap kader,” ujar Habib Mahfud yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo.

Pada kesempatan itu, Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Banyumas, Sahabat Khasis Munandar berpesan, kegiatan Diklatsar Banser ini diharapkan dapat diikuti dengan baik oleh para peserta.

“Ikutilah kegiatan Diklatsar Banser  dengan gembira, ikuti semua rangkaian dari awal hingga akhir. Kami selalu mengingatkan untuk niat ikhlas dalam berjuang di Ansor-Banser, Ansor-Banser tidak butuh kita, tapi kita yang butuh Ansor Banser ” tandasnya. (Miftah Ahmad/Mufid)

Merawat Perdamaian ditengah Perbedaan


Merawat Perdamaian ditengah Perbedaan
#khutbahJumat #nujateng

Oleh: Khoirul Anwar



اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِصْلَاحِ، وَحَثَّنَا عَلَى الصَّلَاحِ، وَبَيَّنَ لَنَا سُبُلَ الْفَلَاحِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلّ، قَالَ تَعَالَى: فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Hadirin jamaah sholat Jumat yang dimuliakan Allah

Allah Swt menciptakan manusia berbeda-beda, baik dalam bentuk, watak, pemikiran, keahlian, kepentingan, keyakinan, maupun yang lainnya. Perbedaan yang menjadi sunnatullah ini bagian dari anugerah yang Allah berikan supaya manusia dapat saling mengenal, sehingga dapat saling membantu dan saling melengkapi, atau bergotong royong.

Dalam QS. Al-Hujurât 13 dinyatakan:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثى وَجَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَقَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dalam QS. Hûd 118 Allah menegaskan bahwa perbedaan di antara manusia selamanya akan terus berlangsung.

وَلَوْ شاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً واحِدَةً وَلا يَزالُونَ مُخْتَلِفِينَ

“Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih.”

Menurut Ibnu Katsîr, ayat di atas maksudnya ialah perbedaan akan terus terjadi di antara manusia; dalam masalah agama, keyakinan, tradisi, pendapat, maupun pandangannya. (Ibnu Katsir, vol IV, hal. 310, cet. I, 1419).

Jamaah sholat Jumat yang berbahagia

Dalam praktiknya, perbedaan yang ada ini kerap memicu konflik di antara manusia. Hanya karena berbeda paham, berbeda kepentingan, berbeda agama, partai, berbeda pendapat maupun pendapatan, seseorang atau kelompok tertentu bermusuhan dengan yang lainnya.

Dalam keadaan konflik, perbedaan yang seharusnya dipahami sebagai anugerah yang membawa manfaat, justru dipertentangkan hingga mengobarkan api permusuhan. Karena itu Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjadi “juru damai” di antara orang-orang yang sedang bermusuhan.

Mendamaikan orang-orang yang bermusuhan, dalam bahasa Arab disebut dengan ishlâhu dzâti al-bain.Dalam QS. An-Nisâ 114 disebutkan:

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh memberi sedekah, atau berbuat kebaikan,au ishlâhi baina an-nâs (atau mengadakan perdamaian di antara manusia). Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridlaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”

Dalam hadis diriwayatkan bahwa nabi Muhammad Saw bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ

“Apakah saya belum memberikan kabar kepada kalian tentang perbuatan yang derajatnya lebih utama daripada puasa, sholat dan sedekah?”

Para sahabat menjawab: بَلَى (Ya, belum).

Nabi bersabda:

صَلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ

“(Perbuatan yang derajatnya lebih utama daripada puasa, sholat dan sedekah), yaitu mendamaikan orang yang sedang berselisih.”

Dalam hadis lain diriwayatkan, nabi Muhammad Saw bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ

“Paling utama-utamanya sedekah adalah mendamaikan orang yang bermusuhan.”

Diinformasikan, suatu ketika penduduk Qubâ` bertikai, di antara mereka saling melempar batu. Ketika nabi Muhammad mendengar kabar itu, kepada sahabat-sahabatnya, beliau bersabda:

اِذْهَبُوا بِنَا نُصْلِح بَيْنَهُم

“Pergilah bersama kami, mari kita damaikan di antara mereka (penduduk Qubâ`).”

Hadirin jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah

Mendamaikan konflik atau merukunkan kembali orang-orang yang bermusuhan, menurut Al-Qâdlî Abû Bakar Ibnu al-‘Arabi dalam karyanya, Ahkâm al-Qur`ân,hukumnya fardlu kifâyah atau menjadi kewajiban komunal, yakni kewajiban yang jika sudah dijalankan oleh salah seorang maka kewajiban lainnya menjadi gugur. Dan jika tidak ada yang melaksanakan, maka semuanya menanggung dosa. (Al-Qâdlî Abû Bakar Ibnu al-‘Arabi, vol. I, hal. 105, cet. III, 2003).

Perintah mendamaikan juga berlaku bagi orang yang terlibat di dalam konflik itu, yakni mengalah untuk berdamai meski sangat berat dilakukan. Nabi Muhammad Saw bersabda:

لاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ: فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ

“Tidak boleh bagi seseorang memutus hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari. Apabila keduanya bertemu, maka saling berpaling dari yang lainnya. Sebaik-baik keduanya adalah yang mengawalisalâm atau mengajak berdamai.”

Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullah,

Tanpa ada perdamaian di tengah perbedaan, niscaya kehidupan ini akan kacau dan selalu dirundung pertikaian. Karena itu jalan perdamaian harus terus diupayakan, baik ada konflik maupun tidak. Sangking pentingnya mewujudkan perdamaian, segala cara boleh dilakukan demi mewujudkannya. Nabi bersabda:

لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِي يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ

“Bukan seorang pembohong orang yang sedang berusaha mendamaikan masyarakat.”

Artinya, jika upaya mendamaikan dua kubu yang bermusuhan hanya bisa ditempuh dengan cara berbohong, maka berbohong dalam hal ini diperbolehkan.

Akhirul kalâm, seorang muslim harus menjadi juru damai yang memadamkan api permusuhan, bukan menjadi provokator yang mengobarkan api pertikaian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ



Khutbah Kedua


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أمَّا بعدُ: فَياَ أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ، وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ اسْقِنا غَيْثاً مُغِيثاً، هَنِيئاً مَرِيْعًا، غَدَقًا مُجَلِّلاً، سَحًّا عامّاً طَبَقاً دَائِماً. اللَّهُمَّ عَلَى الظِّرَابِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفّاراً، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَاراً. اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِيْنَ. اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنا الزَّرْعَ، وَأدِرَّ لَنا الضَّرْعَ، وَاسْقِنا مِنْ بَرَكاتِ السَّماءِ، وَأَنْبِتْ لَنا مِنْ بَرَكاتِ الأرْضِ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الجَهْدَ وَالجُوعَ والعُرْيَ، واكْشِفْ عَنَّا مِنَ البَلاءِ ما لا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ، وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً، وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

*Khoirul Anwar, Aktif di Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Jawa Tengah

Sumber : http://nujateng.com/2015/11/merawat-perdamaian-ditengah-perbedaan/